Berita Utama

Universitas PGRI NTT Ditutup, UPG 1945 NTT Resmi Beroperasi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM – Sebagai ujung dari perseteruan antara Samuel Haning dan Soleman Radja memperebutkan pengoperasian Universitas PGRI NTT, akhirnya dengan resmi Ketua YPLP PGRI NTT, Samuel Haning, mengumumkan Universitas PGRI NTT ditutup dan Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT resmi beroperasi, hal tersebut disampaikan dalam Jumpa Pers di kampus Universitas PGRI NTT di Kupang, Jumat (9/6/2017) siang.

“Kami sudah menerima tiga surat dari Kemenristekdikti tentang kisruh dan polemik Universitas PGRI NTT. Artinya ini menjadi akhir dari seluruh pertikaian selama ini,” kata Sam Haning.

Menurut Sam Haning, ketiga surat kemenristekdikti itu antara lain, 1), Surat Penutupan Universitas PGRI NTT. 2). Surat Ijin Operasional Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. 3). Surat Pernyataan Kemenristekdikti tentang Perkuliahan oleh Semuel Haning dan David Selan resmi dan sah.

“Oleh karena kami sudah mengantongi ijin UPG 1945 NTT, maka hari ini pun sudah bisa terima mahasiwa baru”, ujar Sam Haning tegas.

Terkait mahasiswa yang selama ini nasibnya terkatung-katung, Rektor UPG 1945 NTT, David Selan, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan migrasi sehingga mahasiswa tidak dirugikan.

“Dalam waktu satu tahun ini kami akan melakukan migrasi, baik Dosen maupun Mahasiswa, sehingga saya jamin tidak ada satu mahasiswa pun tersesat”, Ungkap David.

Menyinggung persoalan 4.000 ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas PGRI NTT dan ditandatangani oleh Sam Haning selaku Ketua YPLP PGRI NTT yang dianggap masih bermasalah, David Selan sebagai Rektor, mengatakan, persoalan itu telah dibahas bersama Dikti pada 13 Maret 2017, dan semua ijazah tersebut Sah. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top