Pariwisata

Pesona Fulan Fehan, Bupati Belu : Kalau Sampai di Sana Saya Jamin Enggan Pulang

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ATAMBUA, METROTIMOR.COM— Bupati  Belu, Willy Lay, saat menerima kunjungan rombongan kementerian kesehatan  dibawa pimpinan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Oscar Primadi, MPH, merekomendasikan Padang Fulan Fehan untuk dikunjungi.

Willy Lay mengatakan, Padang Rumput Fulan Fehan merupakan suatu tempat yang layak dikunjungi karena obyek wisata tersebut menyimpan sejuta keindahan yang mampu menghipnotis setiap pengunjung  yang menginjakan kaki di savana berkabut itu.

“bapak ibu harus kesana (Fulan Fehan-Red) karena tempatnya sangat indah, kalau sudah sampai di sana saya jamin enggan  pulang”, ujar Willy disambut tepuk tangan meriah.

Willy menyayangkan tidak bisa menemani rombongan kemenkes untuk berkeliling di wilayah kabupaten Belu karena ada tugas kedinasan yang tidak bisa ditinggalkan.

“saya mohon maaf tidak bisa temani bapak ibu berkeliling karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan, saya berterima kasih kepada bapak ibu sekalian yang berkenan mengunjungi kabupaten Belu, sampaikan salam hormat kami kepada Ibu Menteri Kesehatan RI”, ungkap Willy

Menanggapi tawaran Bupati Willy Lay, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Oscar Primadi, MPH, mengatakan jika semua kegiatan yang dianggendakan telah selesai dan masih ada waktu maka rombongan akan mengunjungi tempat wisata yang direkomendasikan.

“terimakasih pak Bupati, kalau kami gak sempat maka kami akan jadikan ini PR, kalu ada kunjungan lagi ke Belu , kami akan kunjungi Fulan Fehan”, katanya

 

Fulan Fehan

Fuan Fehan merupakan sebuah padang rumput yang sangat luas nan hijau itu terletak di desa Dirun, kecamatan Lamaknen, kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  tepatnya di kaki gunung Lakaan.

Untuk mencapai tempat tersebut dibutuhkan waktu sekira 1 jam dari kota Atambua, menempuh jarak sekitar 42 km, menyusuri Desa Weluli yang jalannya masih tergolong baik, namun ketika memasuki desa Dirun dimana padang Fulan Fehan terletak, pengunjung akan diperhadapkan dengan sebuah petualangan baru semacam uji nyali karena harus menempuh jalan berbatu-batu dan terjal.

Memang benar kata orang orang bijak, “jika ingin sukses, lewati dulu tantangan yang membentang” , ada juga yang mengatakan untuk mencapai tempat yang indah, ada harga yang harus dibayar. Setelah melewati berbagai tantangan maka setiap lelah pengunjung akan terbayar lunas  ketika menatap hamparan rumput hijau yang membentang luas sejauh mata memandang , dihiasi hilir mudik sapi dan kuda mencari makan dan sesekali berkejar-kejaran bebas di alam luas.

Karena letaknya di dataran tinggi, padang Fulan Fehan sering di tutupi kabut dan sesekali diguyur hujan walau musim panas, namun pengunjung enggan beranjak  karena dihipnotis keindahan Fulan Fehan. Tak jarang ada yang terjebak dan harus menunggu sampai cuaca kembali cerah baru bisa kembali.

Sebuah keindah lain yang tergolong bonus saat pengunjung berada di padang Fuan Fehan, yakni dapat menikmati perbukitan dan lembah di wilayah Kabupaten Belu serta  tampak jelas pegunungan di wilayah Negara Republik Demokratic Timor Leste (RDTL) tanpa harus menggunakan teropong. (RM)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top