Belu

Lidwina Viviawaty Lay:Budaya Tenun Ikat Harus Terus Diregenerasikan.      

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Atambua-metrotimor.com– Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Belu,Lidwina Viviawaty Lay terus lakukan kunjungan dan mendekatkan dirinya dengan para kelompok tenun ikat di wilayah perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu agar budaya tenun ikat dapat dikembangkan menjadi selembar kain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.Menurutnya,menggali filosofi tenun dari dimensi yang berbeda adalah tugas atau amanah yang harus dijalankan,karena budaya tenun ikat adalah benang tak kasat mata yang menghubungkan kita dengan budaya leluhur,oleh karena itu budaya tenun ini harus terus dipertahankan dari keasliannya,demikian Tutur Vivi kepada media ini pekan kemarin.

Dikatakan lanjut Vivi,budaya tenun sudah digemari sejak jaman para leluhur yang kemudian diturunkan dari generasi ke generasi melalui untaian selembar benang menjadi sebuah kain adat yang mana kalau dijual nilai ekonomisnya sangat mahal.”Saya bersama tim terus mendorong para kaum perempuan di Belu agar teruslah belajar menenun karena dari hasil tenun itu akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi rumah tangga,”ujarnyat.

Menyoal tentang regenerasi Vivi menuturkan,regenerasi tetap ada tetapi sudah bergeser dari nilai,cara pandang, tujuan dan fungsi dari selembar tais.”Sekarang bukan hanya nilai budaya tetapi sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat,”jelasnya.(anis Ikun).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top