Hukrim

Polres Kupang Pulangkan korban Human Trafficking NTT dari Aceh

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

Kupang, metrotimor.com– Kepolisian resor (polres) kabupaten Kupang, kembali menyelamatkan empat (4) korban kejahatan perdagangan manusia (human taficking) asal Nusa Tenggara Timur.

Ke-empat korban human trafficking asal NTT yang kesemuanya adalah perempuan ini langsung diterbangkan oleh Satuan Tugas Penanganan Human Trafficking Polres Kupang dari Aceh dan tiba di bandara El Tari Kupang, sekitar jam 11 malam. Sabtu (14/1)

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kupang, IPTU. Samson S. L. Amalo, yang memimpin langsung pemulangan ke empat korban tersebut kepada awak media, di Bandara El Tari Kupang  membenarkan ke empat korban kejahatan kemanusiaan ini direkrut secara perseorangan oleh masing-masing  tersangka di antaranya TSK jaringan NAT alias Susi Nona dan beberapa TSK lainnya.

Dijelaskan pula, ke empat korban tersebut berinisial EK, FM, DN dan satunya lagi berisial LL yang diduga masih di bawah umur saat direkrut dan dipekerjakan oleh TSK. “2 korban asal Kabupaten Kupang, 1 dari TTU dan 1 dari Malaka, ada yang baru  setahun kerja, ada yang sudah 2 tahun, mereka diiming-iming gaji sebesar 800 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah  per bulan.”tutur Samson.

Selain upah dan pekerjaan yang tidak seauai dengan yang diaampaikan saat direkrut, ke empat korban ini juga dibiarkan terlantar tidur beralas triplex  di gudang.

Menurut  Samson, Ke empat korban perdagangan manusia ini akan di pulangkan kepada keluarga mereka masing-masing setelah diambil keterangannya oleh perugas.

Dijelaskan, sesuai data Tenaga Kerja Indonesia dalam negeri ada 350 orang yang dipekerjakan di Medan, Aceh dan Kalimantan,. Tentu, selain ke empat korban yang berhasil diamankan petugas dipastikan  masih ada lagi korban lain yang masih belum terungkap oleh petugas.

Sebelumnya diberitakan, Penanganan kasus traficking oleh Polres Kupang baru gencar dinilai sejak bulan Agustus 2016. Terdata sudah 32 tersangka yang berhasil diringkus petugas. 25 kasus di antaranya sudah P21.

“Penanganan kasus human traficking tidak sebatas pada penanganan hukum tapi juga mengamankan dan mengembalikan para korban ke pangkuan keluarga mereka” pungkas Samson.

Ditempat terpisah, LL, korban human trafficking jaringan NAT alias Susi Nona kepada awak media mengaku ia dijanjikan akan digaji lebih dari 1 juta rupiah, kenyataannya hanya digaji 1 juta rupiah. Tidak hanya itu, LL juga  dijanjikan dipekerjakan  di Jakarta ternyata tidak, ia dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Aceh. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top