Belu

Bandar A.A. Bere Tallo Atambua Bakal Jadi Transit TL

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ATAMBUA, METROTIMOR.com— Sejak 21 September 2013 bandar udara Haliwen, Atambua di Jalan Adisucipto, Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, berubah nama menjadi  Bandar udara  A.A Bere Tallo berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Perhubungan RI Nomor KP.827.2013, yang ditetapkan pada 15 Agustus 2013 di Jakarta

Bandar  Udara A.A Bere Tallo bakal  menjadi salah satu alternatif dan transit untuk dimanfaatkan  bagi warga negara Timor Leste yang hendak menggunakan jasa penerbangan ke luar pulau Timor. Selain itu, dapat memberikan peluang dan mempromosikan proses pelaksanaan pembangunan daerah, peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Belu serta perbatasan.

Pasalnya sejak zaman Jepang Bandar tersebut,  masih berlandas rumput dengan ukurannya 800×23. Pada tahun 1972 diperbaiki  panjangnya menjadi 900×23 dengan perkerasan batu.

Tahun 1974 landing pertama  pesawat Merpati dan 1979 diikuti dengan pendaratan pesawat dari maskapai DAS dan MAF.  Perkembangannya dari tahun ke tahun bandara udara ini terus dibenahi hingga saat ini panjangnya  mencapai 120×80 meter.

Landasan Bandar udara A.A.Bere Tallo mulai tahun 2011 diperpanjang 200 meter dari kondisi sebelumnya 1.200 meter kali 30 meter  menjadi 1.400 meter. Dan tahun 2012  ditambah lagi 200 meter dari 1.400 meter menjadi 1.600 meter, dengan total dana sebesar Rp 8.5 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  2011/2012

Lebar  landasan bandar udara A.A.Bere Tallo tetap 30 meter, meskipun idealnya telah mencapai panjang 1.400 meter atau 1.600 meter, maka lebarnya seharusnya 45 meter

Selama ini, pesawat yang beroperasi di Bandar Udara A.A.Bere Tallo adalah Merpati jenis KS.212   berkapasitas 20  seat, Susi Air berkapasitas 12 seat. Pemerintah daerah mengharapkan kedepan bisa  dapat melayani pesawat besar dengan kapasitas 60 seat ke atas.

Jadwal  pesawat yang masuk, Merpati satu kali seminggu, line Ambon- Kisar – Atambua- Kupang.  Pesawat NBA Kupang – Atambua dua kali seminggu dan Susi Air setiap hari.

Bandar A.A.Bere Tallo pun  kini telah dilengkapi dengan fasilitas   kecanggihan komputer peralatan navigasi untuk dapat mencatat dan merekam setiap penerbangan pesawat  dari kupang- Atambua dan sebaliknya. Adapun lampu landasan di areal Bandar Udara A.A.Bere Tallo. Bandar Udara A.A.Bere Tallo meski kelihatannya kecil tetapi indah dan cantik. Misinya,yakni menciptakan pelayanan publik serta utamakan keselamatan dan tidak boleh ada kecelakaan penerbangan.

 Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Belu,   J.A Prihatin, SE. M.Si  kepada Metrotimor.com di ruang kerjanya, Kamis pekan lalu, menuturkan, Bandar A.A. Bere Tallo adalah bandara yang snagat strategis  karena posisinya berada di wilayah perbatsan RI-RDTL Oleh karenanya kedepan bisa dijadikan bandara Transit Atambua –Kupang, Bali dan Timor Leste. Dari pada Kupang- Surabaya atau Denpasar, Bali harga tiketnya Rp 300.000 hingga Rp 600.000 lebih baik Atambua- Bali Rp 600.000, misalnya.   (agustinus bobe)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top