NEWS

Diduga Memfitnah,Kepala Kantor Agama Rote Terancam dikucilkan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

pernyataan sikap para tua adatROTE,METROTIMOR-Selasa,10 Mei 2016 Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,Menindaklanjuti statmen yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao Mikael Pah,S.Ip pada Kegiatan Musyawarah/Dialog Tokoh-Tokoh Agama Se-Kabupaten Rote Ndao,Selasa 3 Mei 2016 yang menyatakan “Politik di Rote Ndao tidak beretika. Sejauh ini permusuhan antar calon masih sering terjadi walaupun Pilkada sudah lewat”. “Kehadiran Maneleo pada saat pelantikan pejabat di Rote Ndao tidak perlu karena dalam aturan, yang perlu hadir pada saat pelantikan hanya 1 orang rohaniawan, saksi, orang yang melantik, dan orang yang dilantik. Sedangkan kehadiran Maneleo dalam kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai apa?”

Maka Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengambil inisiatif untuk melakukan pertemuan fasilitasi,konsolidasi dan rekonsiliasi yang dihadiri oleh seluruh komponen terkait baik Pemerintah, Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat (Maneleo) yang dilaksanakan, Selasa 10 Mei 2016, berlangsung di aula auditorium Bumi Ti’I Langga Permai dengan mengahasilkan enam rekomendasi: Para Manaleo, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, Forkopinda tidak menerima pelecehan terhadap kapasitas manaleo keterlibatannya dalam berbagai agenda penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan yang dijalankan oleh Bupati Rote Ndao dalam hal ini dibawah kepemimpinan Bapak Drs.Leonard Haning, MM.

kedua, Bahwa dalam klarifikasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah dimana Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao tidak hadir dalam kebersamaan tersebut maka direkomendasikan agar yang bersangkutan dihadirkan pada klarifikasi terbuka. Dan pemerintah tidak menerima klarifikasi secara tertulis karena pernyataan yang dilaksanakan secara terbuka.

Ketiga Tokoh Agama, Para Maneleo, Kepala Desa, PNS merekomendasikan kepada maneleo Inahuk agar atas permasalahan ini diselesaikan secara adat dan demi kasih dalam bingkai “ITA ESA” permasalahan hukum ditangguhkan sesuai situasi yang berkembang sehingga keseimbangan kehidupan masyarakat adat tetap terpelihara tanpa ada oknum yang sengaja atau tidak sengaja menodai kehidupan masyarakat adat.

Keempat Penyelesaian secara adat sebagai mana dimaksud wajib diikuti oleh yang bersangkutan dan apabila yang bersangkutan tidak mematuhi maka akan dikucilkan secara budaya dalam perlakuan komunitas masyarakat adat yang berlaku di Rote Ndao. kelima,Jika pada kesempatan berikutnya dilakukan pertemuan seluruh manaleo Rote Ndao yang bersangkutan tidak hadir maka demi keamanan dan keadilan akan dijemput paksa oleh Polres Rote Ndao.

keenam Para Manaleo, Tokoh Agama, Fokopinda meminta untuk menyurati Menteri Agama Republik Indonesia yang tembusannya disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur agar melakukan pembinaan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao saudara Mikael Pah,S.Ip dan jajarannya, agar lebih focus dalam tugas dan menjalankan fungsinya dengan baik demi kesejahteraan rakyat di Kabupaten Rote Ndao.

Menurut Bupati Rote Ndao,Drs Leonard Haning,MM. yang juga menjabat sebagai Maneleo Inahuk ditanya terkait dugaan penghinaan mengatakan karena lembaga adat dilecehkan. Oleh karena itu, diselesaikan pula dengan adat, maka lembaga adat akan memangil,mengundang Saudara Mikael Pah Kepala Kantor Ke menterian Agama dan apabila waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak hadir seperti yang ditentukan,maka kita akan menyatakan sikap Rote Ndao dengan mencungkilkan dia dari budaya perbadaban adat Rote Ndao.

sementara sikapnya sebagai Bupati. Ia mengatakan menyerahkan kepada Maneleo Inahuk. Agar diselesaikan secara adat,Dan pemerintah tidak menerima klarifikasi secara tertulis karena Mikael Pah nyatakan secara terbuka di forum di kantor agama. Kita juga menyelesaikan secara terbaik, ditengah hadapan para Tokoh agama, para Maneleo secara terbuka pula Kata Haning

Bupati Haning berpesan bahwa masyarakat diwilayah Kabupaten Rote Ndao mengiginkan keda maian diwilayah Rote Ndao,jika yang tidak menginginkan kedamaian ia berhadapan dengan para Maneleo di Rote Ndao

Kapolres Rote Ndao,AKBP.Murry Miranda mengatakan pihak kepolisian selalu siap,jika ada laporan ka mi sebagai Polisi akan tindaklanjuti,ini dikenai pasal penghinaan yang bersangkutan bisa dipenjara selama lima tahun. “Saya juga menghibau kepada masyarakat hal ini merupakan pelajaran, jadi hal seperti ini diselesaikan secara hukum juga tidak akan ada titik gerah, namun diselesaikan secara adat akan ada efek jerah,”. kata Murry

Untuk diketahui,sesuai rencana digelar pertemuan Klarifikasi antara Tokoh adat dengan Mikael Pah. Guna mengklarifikasi pernyataannya, namun sayangnya, mikael Pah tidak hadir. Walau ada utusan yang pergi ke kantor kementerian Agama tempat tugas Mikael Pah. expo ntt

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top